KEBALANPELANG – Canva Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 55 menggelar program kerja bertajuk "Cilik Berkarya, Digital Berdaya" bagi siswa Sekolah Dasar di Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada tanggal (21 Juli 2026). Program ini digagas oleh M. Wahyu Ramadhani sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus mengenalkan keterampilan digital sederhana kepada anak-anak melalui pembuatan poster menggunakan aplikasi Canva.
Kegiatan ini berangkat dari kondisi yang banyak ditemui di berbagai sekolah dasar di Indonesia, di mana minat baca siswa masih tergolong rendah, begitupun di Desa Kebalanpelang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat membaca anak dipengaruhi oleh faktor internal seperti sikap dan kebiasaan siswa, maupun faktor eksternal seperti keterbatasan bahan bacaan yang menarik, minimnya dukungan lingkungan rumah dan sekolah, serta pengaruh gawai dan tontonan yang lebih dominan dibanding buku. Kondisi inilah yang mendasari perlunya pendekatan baru yang mampu menghadirkan aktivitas membaca dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan bagi anak-anak masa kini.
Menjawab persoalan tersebut, program "Cilik Berkarya, Digital Berdaya" merancang dua tahapan kegiatan yang saling melengkapi. Tahap pertama berupa sesi membaca buku cerita bergambar (storybook reading) yang dipandu langsung oleh mahasiswa, di mana anak-anak diajak menyimak, memahami alur cerita, dan mendiskusikan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Pendekatan membacakan cerita secara interaktif ini sejalan dengan sejumlah kajian yang menyebutkan bahwa penyediaan bahan bacaan yang menarik serta pendampingan langsung menjadi salah satu strategi efektif untuk membiasakan anak dekat dengan buku sejak usia sekolah dasar.
Tahap kedua, hasil pemahaman anak-anak terhadap cerita yang telah dibaca kemudian dituangkan kembali dalam bentuk poster digital sederhana menggunakan aplikasi Canva.
Anak-anak diajarkan langkah dasar mendesain, mulai dari memilih template, menambahkan gambar dan teks, hingga menyusun poster yang merepresentasikan isi cerita dengan gaya mereka sendiri. Melalui tahapan ini, anak-anak tidak lagi hanya berperan sebagai penikmat cerita, tetapi juga turut menjadi pencipta karya visual dari apa yang telah mereka baca dan pahami.
Tidak berhenti di proses pembuatan, seluruh poster karya anak-anak selanjutnya dicetak dan dipajang dalam sebuah pameran mini bertajuk "Galeri Kreativitas Cilik". Galeri sederhana ini sengaja dihadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus kenang-kenangan kecil, bahwa sejak usia sekolah dasar, mereka sudah mampu menghasilkan karya nyata dari hasil bacaan yang telah dipahami. Bagi anak-anak, melihat karya sendiri terpajang dan diapresiasi menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus dapat menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus berkarya di kemudian hari.
Pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran bagi siswa sekolah dasar bukan tanpa dasar. Sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan di berbagai daerah menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan poster melalui Canva mampu meningkatkan literasi digital, kreativitas, serta rasa percaya diri peserta didik dalam menghasilkan karya. Aplikasi ini dinilai ramah bagi pemula karena tampilannya yang sederhana dan menyediakan banyak elemen visual siap pakai, sehingga anak-anak dapat langsung berkreasi tanpa harus menguasai teknik desain grafis yang rumit.
Melalui kombinasi antara kegiatan membaca, digitalisasi karya, dan pameran "Galeri Kreativitas Cilik" ini, program "Cilik Berkarya, Digital Berdaya" berupaya membentuk kebiasaan literasi yang utuh pada anak, yakni kemampuan memahami bacaan, menyampaikan kembali pemahaman tersebut melalui media digital, hingga merasakan pengalaman karyanya dihargai dan dikenang. Diharapkan, program ini dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam menumbuhkan generasi muda Desa Kebalanpelang yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga pandai dan bangga berkarya di ranah digital sejak usia dini.